English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

30 Agustus, 2011

Genre Musik dalam Kehidupan

Dijaman sekarang yg sudah maju banyak sekali macam-macam genre musik sudah semakin banyak dalam kehidupan .

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah vierra, ungu, Padi dsb. Ada juga hip - hop rock yang diusung oleh kobe. Ada juga musik reggae yang fenomenal dengan Bob marley ,kelompok musik yang mengusung genre ini diindonesia adalah Tony Q, Ras Muhamad, Steven Coconuts dsb.Belum lagi genre metal dan melodic yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik metal ini, antara lain deadsquad, siksa kubur, second demise, dsb.kalau dimelodic ada seperti MyNameIs, Speak Up, Close Head, Rufio, dll walau genre ini tidak terpublikasi namun dikalangan remaja musik ini sangat familiar . Lalu ada juga musik Punk , diindonesia musik ini dimotori oleh Marjinal adapun band-band yang br'genre ini seperti sosial -sosial, Bunga Hitam, Begundal Lowokwaru dll . dan masih banyak lagi genre - genre diindonesia ini.

1.Genre Pop
Musik populer atau Musik pop adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyak bersifat komersial.
Musik populer pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 di mana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison, dibedakan dengan Musik Klasik, Musik Jazz, Musik Tradisional, Musik Blues, kemudian juga berkembang ke negara-negara lain sedunia.
Band - band Pop di Indonesia :
-Ungu
-Vierra
-Dewa
-Wali
-THe Changcuters

2.Genre Reggae
Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.
Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.
Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.
“Apa sih Reggae”
Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang ‘berkotbah’ dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. “Reg-ay” bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika - Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi ‘lubang - lubang’ iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

10 Juni, 2011

Sejarah Musik Jazz

Banyak yang beranggapan bahwa musik jazz adalah musiknya kaum elite dan mapan. Namun bila kita menegok ke akar jazz boleh dibilang justru bertolak belakang. Jazz adalah sebuah seni ekspresi dalam bentuk musik. Jazz disebut sebagai musik fundamental dalam hidup manusia dan cara mengevaluasi nilai-nilai tradisionalnya. Tradisi jazz berkembang dari gaya hidup masyarakat kulit hitam di Amerika yang tertindas. Awalnya, pengaruh dari tribal drums dan musik gospel, blues serta field hollers (teriakan peladang). Proses kelahirannya telah memperlihatkan bahwa musik jazz sangat berhubungan dengan pertahanan hidup dan ekspresi kehidupan manusia.

Yang menarik adalah bahwa asal kata “jazz” berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-perempuan dengan reputasi yang kurang baik. Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah dijelaskan, karena musik ini harus dirasakan dalam hati. “Kalau kau menanyakannya, kau tak akan pernah tahu” begitu menurut Louis Armstrong.

Legenda jazz dimulai di New Orleans dan berkembang ke Sungai Mississippi, Memphis, St. Louis, dan akhirnya Chicago. Tentu saja musik jazz dipengaruhi oleh musik yang ada di New Orleans, tribal drums Afrika dan struktur musik ala Eropa. Latar belakang jazz tidak dapat dilepaskan dari fakta di mana jazz dipengaruhi berbagai musik seperti musik spiritual, cakewalks, ragtime dan blues. Salah satu legenda jazz yang dipercaya bahwa sekitar 1891, seorang pemilik kedai cukur rambut di New Orleans bernama Buddy Bolden meniup cornet-nya dan saat itu lah musik jazz dimulai sebagai gebrakan baru di dunia musik. Setengah abad kemudian, musik jazz di Amerika memberi banyak kontribusi di dunia musik, dipelajari di universitas, dan akhirnya menjadi sebuah aliran musik yang serius dan diperhitungkan.

Musik jazz sebagai seni yang populer mulai menyebar ke hampir semua masyarakat Amerika pada tahun 1920-an (dikenal sebagai Jazz Age). Jazz semakin marak di era swing pada akhir 1930-an, dan mencapai puncaknya di akhir 1950-an sebagai jazz modern. Di awal tahun 20-an dan 30-an, “jazz” telah menjadi sebuah kata yang dikenal umum.

Pengaruh dan perkembangan musik blues tidak dapat ditinggalkan saat membahas musik jazz di tahun-tahun awal perkembangannya. Ekspresi yang memancar saat memainkan musik blues sangat sesuai dengan gaya musik jazz. Kemampuan untuk memainkan musik blues menjadi standar bagi semua musisi jazz, terutama untuk digunakan dalam berimprovisasi dan ber-jam session. Musik blues sendiri, yang berasal dari daerah Selatan, memiliki sejarah yang sangat luas. Pemain musik blues biasanya menggunakan gitar, piano, harmonika, atau bermain bersama dalam kelompok yang memainkan alat-alat musik buatan sendiri.

07 Juni, 2011

Sejarah Musik Emo


Emo musik telah ada bertahun-tahun tetapi hanya beberapa tahun terakhir ini emo musik menjadi cukup terkenal. Dalam kira-kira sepuluh tahun yang lalu emo musik bercabang dari akarnya yaitu post-hardcore menjadi emo musik yang sekarang. Banyak emo jaman sekarang tidak tau bahwa emo merupakan musik turunan dari post-hardcore/hardcore punk.

Emo musik dideskripsikan tentang perasaan kita dan bagaimana mengeskpresikannya. Itu ditunjukkan dengan emo band yang bernyanyi dengan scream, tentang berbagai permasalahan yang ada di dalam hidup mereka. Vokal dengan scream ini biasanya dilatar belakangi oleh suara gitar yang agresif dan ketukan drum yang berat, ini mengingatkan akar dari emo musik itu sendiri yaitu post-hardcore. Emo sebagai genre musik telah melembek setelah beberapa tahun sejak kemunculannya dan sekarang telah kehilangan identitas rocknya dengan lyric yang emosional.

Emo beberapa saat setelah kemunculannya dan deskripsi emo yang umum / style

Sejarah emo adalah sesuatu yang masih ambigu dari arti yang sebenarnya. Sejarah emo music masih dalam perdebatan hingga kini.

Emo lahir di pertengahan 1980, sebagai musik turunan dari hardcore punk yang bertempatkan di Washington, D.C. istilah emo sendiri berasal dari kata "emotional hardcore." Kebanyakan berpendapat emo genre dimulai tahun 1984, ketika band rites of spring mulai muncul di Washington, D.C.

Band ini dan band emo pertama lainnya seperti Embrace(Ian Mackaye, Minor Threat) menghilangkan image harcore punk rock mereka dengan menambahkan intuisi extrim yang menekankan pada emosi yang keras. Dengan beat drum punk dan distorsi gitar yang berat vocal yang melodic, dan suara yang dinamic antara keras/lembut. vocal menjadi dramatic dan saat lagu mencapai klimaks biasanya vocal akan mengeluarkan scream, growl, atau desahan. Emo band ini berubah dari lagu yang penuh kemarahan tentang pemberontakan ke lagu tentang perasaan hati, seperti kesedihan, cinta dan kesedihan di dalam lyric mereka.

Musik menjadi lebih dramatic, membawa pendengarnya mengikuti alur yang naik dan turun dengan lyric yang constan merefleksikan pada patah hati dan kesedihan. Pada saal itu merupakan suatu hal megejutkan bahwa band seperti Rites of spring membuat lyric yang emosional, dan mengekspos diri mereka dan perasaan mereka.

Memakai suara yang kencang dan lembut, merefleksikan mood penyanyinya berubah antara patah hati, kemarahan, dan kebingungan adalah mungkin perbedaan antara emo dan tradisional punk musik. sebelum emo, hampir semua musik punk menggunakan suara yang konstan dibalut dengan rhythm guitar. Emo lebih sering memotong rhythym gitarnya secara tiba-tiba, lebih mengutamakan beat yang tidak beraturan dibalut dengan melody yang variatif.

Setelah pengenalan Rites of spring di Washington, D.C. underground scene, emo menjadi semakin diterima dan banyak yang mengcopy image emo. Musim panas pada tahun 1985 yang disebut "Revolusi musim panas" ketika musik new wave dengan tempo rock, berbasiskan melody band tampil di DC punk scene dengan bermacam-macam suara rock.


Setelah Rites of spring, bands selanjutnya yang membuat dampak besar terhadap emo adalah Moss icon yang menggabungkan lyric patah hati dengan energi punk yang tradisional. Moss icon memotong elemen emo kepada intinya dan menambahkan gitar melodi dengan fokus pada suara dinamic yang lembut/keras. Vokalnya membuat gebrakan baru dengan Screaman yang panjang pada klimak lagu lagu.

Awal Screamo

Pada akhirnya, emo membuat beberapa band menjadi lebih bereksperimen di dalam lagu yang mereka tulis. Dengan penyebaran emo keluar dari DC , banyak hardcore punk scene mengadopsi emo.

Di San diego, band seperti Drive like jehu, Saetia, dan The swing kids menjadi lebih agresif dari emo, yang kemudian disebut "Screamo". bagaimanapun semua emo mempunyai hal yang penting yaitu mengekspresikan diri sendiri.

Emo second Wave(Indie Emo) Ke Emo Zaman Sekarang

Pada tahun 1987, Mckaye dan Rits frontman Guy Picittio menampilkan fugazzi. Fugazzi inilah yang meginspirasikan Emo second wave.

Emo wave yang pertama mulai muncul setelah pergerakan emo memisahkan diri dari akar hardcorenya. pada awal '90an, sebuah band melodic punk baru seperti Jawbreaker dan smiam mulai untuk memasukkan emo ke musik mereka.

Pada pertengahan 90an, emo mulai merefleksikan indie scene yang terinflues oleh Fugazzi. band-band seperti 'texas is the reason' dan band seattle 'Sunny day Real Estate' memperkenalkan emo dengan gaya indie rock, lebih halus daripada pendahulunya.

Seiring perjalanannya major record industri mulai memperhatikan. Sampai saat ini Emo mulai mendapatkan berbagai macam definisi tentang emo, dengan celah kontradiksi dan banyak terdapat kebingungan.

Screamo of Today

Bagaimanapun, "Emo" tidak hanya dideskripsikan oleh penjelasan diatas. Banyak sekali band-band baru yang telah memiliki musik yang lebih dinamik dan lebih luas, dengan lebih fokus ke vokal yang dinamik dan dramatik. Band-band ini sering menyebut dirinya sebagai "Screamo". Screamo adalah sub genre dari Emo, Screamo adalah pilihan musik yang sama sekali baru untuk subcultur yang baru yang dikenal dengan "scene". Semuanya memang membingungkan!

Banyak band-band baru yang mengkombinasikan suara screamo yang dinamik dengan post emo yang lembut dan menambahkan elemen lain.

Emo Musik sebagai sebuah bentuk telah mendominasi musik sekarang. Rock scene yang sekarang telah banyak mengambil unsur emo keadalam musik mereka. Mengingat, bahkan di masa lalu, istilah emo telah digunakan untuk mengidentifikasikan variasi band yang luas. Istilah "Emo” mulai ditinggalkan karena genre musik sudah tidak spesifik lagi.